Sabtu, 02 Februari 2019

KATA PENGANTAR, MENGAPA HARUS ADA?


Assalamu'alaikum.
Selamat pagi, semoga keselamatan serta kesejahteraan selalu dilimpahkan untuk kita semua.

Sahabat yang bijak dan berbahagia, berbagi informasi atau pengalaman positif adalah salah satu sumber kebahagiaan. Mengapa? Karena informasi atau pengalaman yang kita tularkan bisa membuat orang lain orang lain terbantu dan dimudahkan urusannya. Membantu dan memudahkan orang lain kita yakini  akan membuat kita kelak juga terbantu dan dimudahkan dalam semua urusan kebaikan kita. Siapa yang tidak bahagia?

Namun tak jarang informasi atau pengalaman yang kita sampaikan kurang maksimal diterima. Bahkan ada yang menyedihkan, yaitu kalau justru terjadi miskom, salah pengertian, akhirnya salah kejadian. Maksud kita menambah persahabatan jadinya permusuhan. Menyampaikan pengalaman dinilai pamer atau sombong. Kalau kita menyampaikan secara singkat dikira pelit. Sebaliknya, menyampaikan banyak dikatakan pemborosan. Serba susah kan kalau begitu? Hal-hal ini dapat terjadi karena tiadanya kata-kata pengantar yang baik sebelum hal inti kita sampaikan. Ibarat mau olahraga kita harus melakukan pemanasan terlebih dahulu agar nyaman melakukan kerja otot yang berat-berat. Atau seperti mesin perlu diberi pelumas agar tidak terjadi kemacetan atau gesekan yang berbahaya.

Dengan demikian sahabat yang akan menyampaikan sebuah program penting sangat dianjurkan untuk memulainya dengan kalimat pengantar sebelum menyajikan programnya. Kalimat pengantar secara tertulis dituangkan dalam bagian kata pengantar. Isinya terutama ucapan terima kasih kepada berbagai pihak, pengenalan sekilas tentang program yang disampaikan dan apa pentingnya, serta diakhiri dengan apa yang menjadi harapan kita.

Bagi sahabat yang ditugasi menjadi wakil kepala sekolah berikut ini adalah contoh kata pengantar Program Wakil Kepala Sekolah. Masih banyak yang perlu disempurnakan dari contoh berikut. Bagian mana saja yang perlu disempurnakan? Dalam hal penataan? Atau isinya? Silakan baca dulu dan semoga ada saran masukan demi lebih sempurnyanya.

Terima kasih  dan wassalamu'alaikum.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Contoh Kata Pengantar Program Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana



KATA PENGANTAR



Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan kekuatan dan rahmatNya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Program Kerja Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana SMA Rukun Jaya Tahun Pelajaran 2018/2019.

Penyusunan program kerja ini mengacu pada Rencana Strategis dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) SMA Rukun Jaya Tahun 2018/2019 yang melibatkan kerjasama antara Kepala Sekolah, Tim Kerja Sekolah, termasuk di dalamnya adalah dewan guru dan Komite Sekolah SMA Rukun Jaya. Tujuan disusunnya program kerja  ini adalah dalam rangka melaksanakan salah satu standar pendidikan nasional, terutama standar pengelolaan pendidikan di bidang sarana dan prasarana demi terselenggaranya pendidikan yang efektif dan efisien dalam satu tahun pelajaran 2018/2019. Dengan adanya dokumen program kerja ini diharapkan segenap pihak di lingkungan SMA Rukun Jaya memiliki pedoman pengelolaan sarana dan prasarana yang maksimal dalam mendukung upaya pencapaian tujuan sekolah.

Kami sampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan hingga ditetapkan dan disahkannya program kerja ini. Kami menyadari bahwa program kerja ini masih belum sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca dan pemangku kepentingan khususnya sangat kami harapkan.

  


 Jayanegari, 17 Juli 2018
Mengetahui,                                                                Wakil Kepala Sekolah
Kepala SMA Rukun Jaya                                           Urusan Sarana dan Prasarana



Drs. AMIL NASIR                                                     BEJO NYOTO, S.Pd
NIP. -                                                                           NIP -

Senin, 10 Februari 2014

ODES MAHO: ORANG DESA MASUK HOTEL






ODES: Mas mas, maaf, eemm numpang tanya, kamar 614 di mana ya mas?
OB HOTEL: Oh itu pak di situ, dari ruang lobi ini ke kiri, terus lurus saja, sebelum ruang makan ya pak?
ODES : Ya mas, terimakasih
(sambil meninggalkan OB Hotel dengan digagah-gagahkan langkahnya).
........


Semenit kemudian,
ODES (celingukan mondar-mandir di sekitar ruang makan sambil membatin): Kok nggak ada kamar 614, di mana ya?
TAMU (baik hati): Hendak kemana pak?
ODES: Ini pak, nyari kamar 614 kok belum ketemu.
TAMU (sambil menekan sesuatu di pagar eh tembok ... di dekat sebuah pintu, lift) Oohh, mari naik bersama saya pak, kebetulan saya di kamar 516, lantai 5.
ODES (Glodhag hatinya, masih membatin): Eee iya ya, kamar 614 itu artinya di lantai 6 kamar ke-14 ya, baru nyadar kalau ini hotel, bayangan saya di kos-kosan sana, pantesan dicari-cari di bawah nggak ada kamar 614. Gara-gara lama nggak ke hotel jadi lupa.... 

NASIB SKANDAL DI AKHIR AKHIR ZAMAN


 
Skandal adalah perbuatan yang memalukan, perbuatan yang menurunkan martabat seseorang. Demikian kata KBBI.
 

Bentuknya bisa berupa kejahatan pencurian dan pengelapan kekayaan negara atau perusahaan. Tetapi yang sering jadi pergunjingan biasanya penggelapan hubungan pria-wanita. Bukan suami istri tetapi hubungannya melebihi atau minimal mirip suami-istri.
 

Jumlah skandal akhir-akhir ini semakin berkurang dan mungkin saja akhirnya habis. Sebabnya bukan karena meningkatnya kesadaran akan martabat manusia sebagai makhluk paling mulia. Bukan pula dikarenakan meningkatnya kesadaran mematuhi berbagai norma. Justru karena manusia semakin tidak mengenal malu dan tidak mengenal martabatnya maka tidak bisa memberi penilaian atas semua tingkahnya. Tanpa nurani, perasaan yang terdalam, maka tidak akan pernah ada lagi skandal yang dikenali.

Bagaimana dengan Anda? Suka SKANDAL JEPIT atau SKANDAL KULIT? Atau dua-duanya: SKANDAL JEPIT KULIT? Semua nikmat di kaki dan di hati asal pas dan legal. 

Kamis, 06 Februari 2014

TUGAS AKHIR KITA




Tugas akhir (TA), biasanya menjadi persyaratan wajib bagi anak sekolah atau orang kuliah sebelum dinyatakan lulus dari pendidikan yang diikutinya. Untuk jenjang SMA dulu sekitar tahun 80-90-an tugas akhir itu disebut karya tulis. Akhir-akhir ini tidak semua sekolah mempersyaratkannya (kalau tidak mau dibilang jarang atau hampir-hampir tak ada karena sibuk mempersiapkan sukses Ujian Nasional/UN). Kemudian di tingkat atasnya, di perguruan tinggi, TA untuk strata satu disebut  skripsi, strata dua tesis dan strata tiga disebut disertasi. Begitu yang biasanya dikenal di Indonesia.
Dilihat dari isinya TA merupakan bagian dari penilaian hasil belajar yang bersifat komprehensif.  Artinya bahwa isi TA merupakan cerminan kompetensi seluas-luasnya yang dimiliki pelajar atau mahasiswa. Segenap-genapnya, sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya wawasan atau pengetahuan yang dimiliki  dituangkan ke dalam TA untuk menunjukkan bahwa si penulis, pelajar dan mahasiswa itu, pantas lulus. Namun sebenarnya bukan sekedar pengetahuan substansial materi saja yang dibutuhkan, melainkan juga kompetensi keterampilan menyajikan pengetahuannya dalam bentuk tulisan rapi dan menarik serta kompetensi sikapnya untuk sabar menghadapi tekanan psikologis saat proses penyusunannya.
Tidak mudah menghasilkan TA yang berkualitas ideal, butuh kerja keras otak, perasaan dan fisik. Bagi yang tidak terbiasa menulis dan kerja keras pembuatan TA akan menjadi suatu pekerjaan yang membosankan, memberatkan atau bahkan menyebalkan. Harus mencari ide, mencari dan membaca banyak referensi, setelah itu menuangkan dalam bentuk tulisan, berkonsultasi dengan pembimbing tak cukup hanya sekali atau dua kali. Jalan pintas akhirnya yang ditempuh untuk mengurangi beban. Lari ke jasa pembuatan TA, membeli, jiplak atau plagiat tulisan yang sudah ada, atau membuat asal jadi, bisa jadi pilihannya. Tentunya ini bukan untuk ditiru karena beresiko. Resikonya bisa bersifat psikologis semisal malu kalau ketahuan plagiat, atau malu dengan kualitas TA jadi-jadiannya, sampai resiko finansial mengeluarkan uang untuk membeli atau membayar jasa pembuatan TA atau bahkan denda karena plagiatnya diperkarakan oleh penulis aslinya.
Banyak di antara kita yang susah mengatur waktu karena banyaknya tugas, baik sebagai warga masyarakat, kepala atau anggota keluarga maupun seorang profesional. Ini menjadi alasan klasik kita malas ata berat menulis, akibatnya TA tidak kunjung selesai. Manajemen waktu dibutuhkan untuk menyiasatinya tugas yang datang bersamaan. Meminjam istilah kuadran manajemen waktu, kita harus bisa mengenali tugas kita ada di kuadran mana, apakah: 1) penting dan genting; 2) penting tapi tidak genting, 3) genting tapi tidak penting; dan 4) tidak penting dan tidak genting. Dengan memahami positi tugas kita di kuadran mana maka kita bisa menyikapinya dengan benar, dikerjakan sekarang langsung jadi, dikerjakan tetapi bertahap, didelegasikan ke orang lain, atau diabaikan saja.
Menunda penyelesaian TA berarti menempatkannya pada kuadran 2, menyerahkannya untuk dikerjakan orang lain berarti pada kuadran 3. Parah lagi menyerahkan ke orang lain dengan tanpa target waktu dan sejadinya, berarti kuadran 4. Yang terbaik tentu menargetkan jadi secepatnya dengan hasil sebaik-baiknya dan mengerjakannya dengan semangat juang yang tinggi, kuadran 1.
Mungkin pernah kita dalam hati kecil meragukan kepantasan TA sebagai tugas penting dan genting, yaitu di posisi kuadran 1. Misalnya, TA dianggap genting atau mendesak tetapi tidak penting. Genting karena mendesak, karena menjadi syarat kelulusan. Tidak penting atau tidak pokok karena “ora dadi pitakon kubur” (tidak menjadi bahan pertanyaan di alam kubur). Ada-ada saja memang. Atau ada juga yang mengungkapkannya dengan bahasa yang lebih nyaman di telinga. Misalnya, tugas pokok dan penting kita di dunia kan beribadah, mumpung masih hidup kita harus segera beribadah, jangan ditunda-tunda. Tuhan menciptakan jin dan manusia untuk beribadah, bukan untuk membuat TA. Maka harus diupayakan akhir hayat kita dalam kondisi beribadah, karena nilai manusia di mata Tuhan adalah dilihat akhir hayatnya. Waaah benar juga ya.  
Kita tak perlu mengurangi, justru harus meningkatkan keyakinan bahwa tugas penting kita (dan bahkan genting) sebagai ciptaan-Nya memang beribadah.  Dengan beribadah secara khusyuk hidup kita akan terasa lebih tenang. Namun bukan berarti kemudian kita harus menghabiskan waktu untuk beribadah dalam arti ritual khusus sementara di sekitar kita banyak terjadi ketidakberesan atau kesenjangan. Kesenjangan antara apa yang seharusnya dan apa yang senyatanya terjadi bukan hanya satu dua kali, puluhan, ratusan, melainkan terus menerus takkan pernah ada habisnya karena kesenjangan itu selalu mengiringi hidup dan hubungan antarmanusia. Tuhan memang mewajibkan kita melakukan ritual ibadah tertentu setiap hari. Tetapi Tuhan juga melarang kita berdiam diri melihat  ketidakberesan. Karena ketidakberesan yang satu akan memicu ketidakberesan yang lebih banyak dan lebih parah kalau tidak segera diselesaikan dengan baik. Bencana bukan menimpa pelaku ketidakberesan melainkan juga pada orang lain yang mendiamkannya. Kita diwajibkan untuk membenahinya, menyerukan kebaikan dan mencegah pada kemungkaran dan ha-hal atau keadaan yang tak memanusiakan manusia seperti kejahatan, kebodohan dan kemiskinan.
Amalan-amalan sosial bernilai ibadah kalau dikerjakan dengan niat mematuhi Tuhan. Tentu kita takut suatu hari nanti memasuki pengadilanNya berbekal banyak pahala ritual tetapi juga ditanggungi beban berat dosa sosial karena tak peduli dengan lingkungan kita. Maka persoalan penting tidaknya, genting tidaknya penyelesaian TA sebenarnya tergantung juga pada tingkat kemampuan seseorang memahami dan menghendaki posisi TA. Bila TA dipahami dan dikehendaki sebagai sarana melaksanakan perintahNya dan sarat dengan upaya untuk memperbaiki kondisi di lingkungan maka tak ragu lagi untuk menyegerakan penyelesaiannya. Bukankah demikian?
Semoga Allah, memberi manfaat pada kita atas apa yang telah Dia ajarkan pada kita, dan semoga mengajari kita apa saja yang bermanfaat bagi kita. Aamien.

Kamis, 20 September 2012

KECIL BERMAKNA




Assalamu’ alaikum ....
Lama sekali rasanya tidak membuat postingan, rasanya ada sesuatu yang hilang. Padahal sebetulnya kalau kita mau, banyak yang bisa ditulis. Mulai dari lintasan pikiran, lintasan peristiwa, lintasan pembicaraan dan lintasan-lintasan yang lain.
Yang namanya lintasan itu semua yang tidak lama memandangnya, membicarakannya atau memikirkannya. Melintas itu berlalu dengan cepat. Contohnya: sekonyong-konyong sebuah sedan melintas di depan rumah. Atau bisa diartikan juga menempuh jalan yang tersingkat; memintas; menyeberang jalan, bukan menyusuri sepanjang jalan. Kalau dalam hal kerja otak atau batin kita melintas bisa diartikan tampak terbayang, teringat, dsb) sekejap: misal: sering terbayang wajah ayahnya yang telah tujuh tahun ini tiada.
Meskipun hanya lintasan-lintasan tetapi bila dihimpun maka jadilah serangkaian peristiwa atau pemikiran atau pula bahan pembicaraan yang sangat berbobot dan bermakna. Bermula dari yang ringan dan kecil-kecil namun terhimpun secara baik maka akan lahir sebuah kekuatan besar yang dapat berarti bagi banyak orang. Ibarat sebatang demi sebatang lidi terkumpul kemudian terikat erat dan kuat menjadi satu maka sangat terasa manfaatnya sebagai sebuah sapu. Memberi makna kebersihan bagi penggunanya, membawa makna rejeki bagi produsen dan penjualnya, bahkan memberi makna pelajaran pentingnya bersatu bagi orang yang terbuka hati dan pikirannya.
Akhirnya perlu penulis tegaskan bahwa blog ini terlalu ringan dan jauh dari kriteria berbobot. karena tujuan blog ini sebagai sebagai wahana belajar ngeblog dan belajar menulis saja. Maka kalau sesekali isinya hasil copas anggap saja sedang latihan ngeblog dan bila lain kesempatan ada sedikit tulisan anggap saja sedang mencoba belajar menulis.

Semoga Allah, manfaati kita atas apa yang telah Dia ajarkan pada kita, dan semoga mengajari kita apa saja yang bermanfaat bagi kita. Aamien.

Wassalamu’ alaikum.



Senin, 03 September 2012

MENGERJAKAN TUGAS YANG BAIK ADALAH YANG SELESAI


DI SEKITAR KITA
Terkadang banyak orang terlalu lama berpikir, merancang dan membayangkan untuk menciptakan suatu pekerjaan dan hasil yang ideal (versi mereka), hebat dan sempurna. Tetapi mereka sendiri lupa bahwa mereka hidup dalam kenyataan yang serba terbatas. Waktu terbatas, tempat terbatas, tenaga, pikiran dan apalagi uang juga terbatas, bahkan sangat terbatas.

CONTOH KASUS
Sekedar contoh, seorang pemuda yang saat ini berusia dua puluhan tahun mungkin berencana lima tahun lagi menikah dengan seorang gadis dengan kriteria ideal (versi dia), misal: berpendidikan tinggi dan berpostur proporsional. Sebelum merealisasikan rencananya ia bertemu dan sharing dengan orang lain yang sudah berkeluarga. Ia pun segera menambahkan kriteria lagi untuk calon istrinya sebagai hasil saringnya, misalnya:  harus patuh pada Tuhan dan suami. Kemudian dia beberapa hari berikutnya bertemu orang lain tambah kriteria lagi misal harus keturunan orang yang baik pula agar anak turunnya nanti juga menjadi orang baik. Demikian dari hari ke hari ia selalu menyempurnakan kriteria calon istri.
Bisakah ia mewujudkan kriteria ideal tersebut?

BENARKAH?
Kita tak perlu menjawab pertanyaan di atas melainkan kita mencoba mawas diri agar kita tidak menjadi seperti orang-orang terdahulu yang memperbanyak pertanyaan ketika diberi sebuah tugas sehingga justru diperberat dalam tugasnya. Kita melawan idealisme yang membuat kita terbelenggu dalam kemandekan aktivitas dengan menggunakan senjata kata bijak: "belajar sepanjang hayat". Salah adalah hal biasa selama kita masih seorang manusia. Takut salah adalah mengingkari hakikat manusia yang Allah ciptakan dalam kondisi lemah sehingga tak lepas dari salah. Di dunia ini tak akan pernah ada kebaikan yang sempurna dan tak ada kenikmatan yang terpuncak, melainkan semuanya ada batasnya. Yang terpenting,  kesalahan bukan untuk ditakuti melainkan diperbaiki karena kita ingin setiap waktu adalah kesempatan untuk belajar. Sesunggguhnya tak ada yang sempurna melainkan Dia, Allah Yang Maha Kuasa.


IDEALIS YANG REALIS
Maka, setiap ada tugas kita berusaha kerjakan menurut batas-batas kemampuan manusiawi, batas waktu, batas tenaga, pikiran, dana dll. Adapun hasilnya, kita bukanlah sang penentu. Kita pasrahkan dengan doa kepada yang Maha Kuasa agar memberi kebaikan dalam tugas kita. Memang mengerjakan tugas sebaik-baiknya itu semestinya tetapi tugas selesai itu lebih sering dibutuhkan dan dinantikan.  Mari, jangan diam merenung saja melainkan angkat kaki segera melangkah semampu kita menuju masa depan yang semakin sempurna.


(ide dari pak DYP)

Senin, 19 Desember 2011

BOROBUDUR DAN KIAMAT


Kalau ini sih gambar Borobudur berlatar depan pramuka dan para pembina serta wisdom
 

Kiamat Terjadi 20 Desember 2012 Menurut Candi Borobudur


Jumlah stupa, bentuk serta pola konstruksi bangunan Borobudur jika dikalkulasikan akan menghasilkan kode 20-12-2012.

Teori kiamat yang akan terjadi 2012 masih menjadi misteri. Setelah versi Suku Maya memprediksi bumi akan hancur pada Desember 2012, seorang pakar dari Indonesia juga memiliki versi yang sama dengan menggunakan Candi Borobudur sebagai objek untuk menguatkan teorinya.

Sebuah video yang di-upload ke YouTube mengatakan bahwa Candi Borobudur menyimpan bukti jika kiamat akan terjadi pada 20 Desember 2012. Video ini diunggah oleh akun bernama Laode Masykur (LD Masykur).

Video yang berjudul "Bukti 1 Kiamat 2012" itu menjelaskan bahwa arti dari jumlah stupa, bentuk serta pola konstruksi bangunan Candi Borobudur, jika dikalkulasikan akan menghasilkan kode "20-12-2012". Kode itu banyak diramalkan sebagai hari kiamat bumi.

Video tersebut di-upload melalui YouTube sejak 10 Desember 2010 lalu. Sampai saat ini, video itu telah dilihat sebanyak 141.134 kali, 23 menyukainya dan 306 tidak suka. Dilihat dari profil YouTube-nya, pemilik akun atas nama Masykur itu memiliki latar pendidikan di Universitas Indonesia (UI), Universitas Hasanudin (Unhas) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Nah, Pembaca  itulah salah satu contoh berita atau isu mengenai kiamat yang dapat dibaca di :
http://www.beritasatu.com/hiburan/19646-kiamat-terjadi-20-desember-2012-menurut-candi-borobudur.html

.
Ya, satu tahun lagi menurut tulisan itu akan terjadi kiamat. Ramalan??? Percaya? Tak usah, namun siap-siap harus selalu. Mengapa??? Karena sesungguhnya kiamat itu tak ada yang tahu kapan terjadinya kecuali hanya Allah saja. Yang lebih penting adalah bagaimana sejauh mana kita menyiapkan diri menghadapi kiamat mini alias kematian kita.Sesungguhnya Allah selalu memberi kita peringatan tentang kemungkinan datangnya kematian kita. Salah satunya adalah melalui peristiwa kematian seorang manusia, atau kematian suatu tanaman, atau seekor binatang. Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan mati.

1 Januari 2012 tinggal beberapa hari lagi. Umumnya orang bergembira menyambutnya, Okelah kalau penyambutan itu sebagai ungkapan bersyukur masih diberi kesempatan mencari bekal persiapan sewaktu-waktu dijemput maut kemudian diikuti dengan berbagai langkah perbaikan diri. Namun tak sedikit yang justru terjebak dan terjerumus dalam penistaan diri. Penistaan yang semakin lama semakin "berkualitas" karena didukung kemajuan teknologi dan semakin berpotensi menjatuhkan martabat manusia di hadapan Pencipyanya. Maka, marilah kita camkan sebuah kata bijak yang mengingatkan bahwa: "Tidak datang suatu tahun kecuali tahun sesudahnya adalah lebih jelek dari pada tahun (sebelumnya) itu".

Kiamat sewaktu-waktu datang, berarti pasti sudah dekat, sudahkah kita semakin dekat dengan Allah???

Minggu, 17 Juli 2011

Menghilangkan Rasa Kantuk Saat Bekerja atau Belajar


Terserang kantuk saat bekerja atau belajar (membaca) merupakan hal yang sangat umum dialami oleh banyak orang. Sepengetahuan saya, belum ada tip yang cespleng untuk mengatasi problem rasa kantuk itu. Kalau pun ada, tip-tip juga masih subjektif sifatnya. Artinya, hanya pengalaman individual yang belum tentu cocok untuk orang lain.

Yang dimaksud kantuk di sini adalah rasa kantuk yang bukan karena tiga sebab utama yaitu: karena sakit, terlalu lelah dan kurang tidur. Siapa pun yang sakit, atau terlalu lelah memang dianjurkan untuk banyak istirahat atau tidur. Kantuk karena sakit adalah kantuk yang boleh jadi karena pengaruh obat yang diminum atau kondisi tubuh yang tidak fit.
Terkantuk-kantuk karena kurang tidur, itu wajar. Bekerja atau belajar dalam kondisi kurang tidur akan membawa rasa kantuk yang luar biasa. Kantuk karena kurang tidur itu wajar, tetapi kantuk karena cukup tidur, atau bahkan kelebihan tidur itu tidak wajar.
Sebab, tubuh kita hanya menuntut istirahat tidur minimal enam jam dalam dua puluh empat jam (sehari). Artinya tubuh kita sehat dengan tidur enam jam sehari. Maka apa bila kita tidur masih melebihi itu sebenarnya sebuah tindakan yang kurang ada manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Jika ada seseorang yang kantuk dan terus tidur karena jam tidurnya kurang dari enam jam itu wajar. Namun jika ada seseorang yang jam tidurnya sudah enam jam, tapi masih kantuk dan langsung tidur itu adalah godaan” setan yang terkutuk”. 







Tips yang “langsung” dapat dilakukan adalah :
1. Tariklah napas dalam dan pelan melalui hidung, kemudian lepaskan napas pelan melalui mulut. Lakukan pernapasan ini 3 kali. Kemudian …
2. Menarik napas dalam dan pelan lewat mulut, kemudian lepaskan napas pelan lewat hidung. Lakukan pernapasan ini 3 kali. Kemudian …
3. Menarik napas lewat hidung secara dalam dan pelan, kemudian lepaskan napas lewat hidung pelan. Lakukan pernapasan ini 3 kali.
Ketiga tips diatas adalah tips ‘langsung’ yang kita lakukan ketika tiba – tiba kita diserang kantuk. Namun umumnya ‘penyakit’ ngantuk dan malas ini umumnya sudah menjadi penyakit kambuhan, yang selalu ‘menyerang’ dalam kegiatan kita sehari – hari. Di bawah ini dituliskan tips – tips yang perlu anda ‘lakukan’ agar ‘penyakit’ kambuhan ini dalam hilang secara berangsur – angsur dan efektifitas anda baik dalam bekerja ataupun belajar sehari – hari dapat bertambah.
Tips – tips itu adalah :
1. Atur pola makan.
Syaraf otak (neuron) dalam menjalankan tugas rutinnya sangat membutuhkan energi yang sumbernya dari makanan yang kita konsumsi. Jenis dan kualitas makanan yang kita konsumsi berpengaruh terhadap kinerja otak (pikiran). Maka aturlah pola makan dengan makanan yang mudah dicerna sehingga suplay energi tidak telat. Bila kita mengkonsumsi makanan yang berat, terlalu berserat yang sulit dicerna, energi habis untuk mencerna bahan makanan, suplay energi ke syaraf bekurang sehingga kantuk datang menyerang (contohnya makan kangkung).
2. Asosiasikan/bayangkan apa yang diharapkan dari kegiatan bekerja atau belajar itu.
Misalkan : pendapatan (uang) yang tinggi atau skor yang tinggi misalnya. Tidak cukup hanya membayangkan, tapi harus diikuti oleh keinginan yang kuat untuk mendapatkannya. Tanpa keinginan yang kuat, emosi yang “membara” untuk memperolehnya, maka akan mudah terserang rasa kantuk. Sebab, salah satu hukum pikiran mengatakan bahwa “pikiran akan memberi apa yang diinginkan pemiliknya”. Bila pemiliknya meminta setengah hati, pikiran akan memberikan setengah hati pula. Artinya, pada saat kantuk dating dan karenan niatnya setengah hati, maka pikiran lantas welcome to kantuk!
3. Programlah pikiran bawah sadar Anda dengan cara self talk (bicara pada diri sendiri, membatin terus).
Salah satu cara untuk membuat program dalam pikiran bawah sadar adalah dengan cara self talk secara persisten. Self talk yang harus dilakukan adalah “Saya tidak akan tidur waktu bekerja” atau “Saya selalu terjaga dalam belajar!”. Lakukan sesering mungkin dan seintens mungkin hingga benar-benar menjadi bagian dalam pikiran bawah sadar. Bagian inilah nanti yang akan mengingatkan dengan keras saat Anda mulai terkantuk-kantuk. Bagian ini yang nanti akan “protes” bila Anda mulai berpihak pada rasa kantuk.
4. Aturlah posisi duduk siap untuk bekerja atau belajar.
Jangan sambil duduk bersandar/kepala disandarkan. Jangan pula sambil tiduran. Posisi duduk berpengaruh terhadap datangnya rasa kantuk. Kenapa posisi duduk berpengaruh terhadap datangnya kantuk? Posisi atu gerak tubuh mempengaruhi kondisi pikiran. Bila Anda duduk bersandar, kondisi pikiran terbawa bada kondisi rileks, atau kondisi siap untuk ngantuk/tidur.
5. Patahkan pola kantuk Anda.
Kantuk itu ada polanya. Meskipun pada saat kantuk datang pikiran bawah sadar segera mengingatkan untuk selalu terjaga, namun bila tidak ada keberanian dari Anda untuk mematahkan pola kantuk, maka rasa kantuklah yang menang. Bablas tidur…!
Salah satu caranya adalah begini. Begitu rasa kantuk datang, sudah mulai menguap, jangan lanjutkan dengan duduk bersandar. Cari aktifitas jeda, aktifitas pemutus agar kantuk terusir. Caranya macam-macam: bisa berdiri dan lakukan gerakan-gerakan ringan, seperti jalan-jalan sebentar, bikin kopi, atau jalan-jalan kecil di ruangan sekedar manyapa teman dan refresing. Hasilnya, tidak akan ngantuk lagi.
6. Yang juga cukup penting adalah : Tehnik mematahkan pola (pikir dan kebiasaan).
Sebab, hampir semua inovasi, penemuan baru, dan hal-hal yang berkaitan dengan kreativitas, diawali dengan keberanian “mematahkan” pola lama, dan mengantinya dengan pola baru. Adalah tidak mungkin ingin mendapatkan sesuatu yang baru, tetapi masih dengan cara (pola) pikir lama. Demikian halnya dengan pola kantuk yang pada akhirnya (hasilnya) tidur, maka sebelum kebablasan tidur, maka polanya harus diputus.
Tips – tips ini masih subjektif sifatnya. Artinya masih perlu banyak bukti tentang efektifitasnya. Namun, hemat saya, keberhasilan tip ini sangat tergantung pada sejauh mana Anda benar-benar mau membuang rasa kantuk setiap kali Anda terserang. Semakin kuat keinginan Anda untuk benar-benar mengalahkan kantuk, Anda akan berhasil. Selamat mencoba.