Tampilkan postingan dengan label Ladangku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ladangku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2011

PANCASILA ANTI KORUPSI



Rabu, 1 Juni 2011, sebagaimana biasa media massa baik cetak maupun elektronik menampilkan berbagai artikel, berita, maupun bentuk informasi lain tentang Hari Lahir Pancasila. Memang tidak ada kegiatan upacara untuk momen yang satu ini (setidaknya di lingkungan sekolah), mungkin masih terbawa arus kontroversi mengenai kelahiran Pancasila itu sendiri, atau entah mengapa. Meskipun Mr. Moh. Yamin sudah mengemukakan pokok-pokok pikirannya secara tertulis tentang Dasar Negara Indonesia Merdeka pada tanggal 29 Juni 1945, tetapi yang diakui sebagasebagaii Hari Lahir Pancasila adalah tanggal 1 Juni 1945. Ketika Bung Karno menyampaikan pidatonya pada hari terakhir rapat Badan Penyelidikan Persiapan Kemerdekaan (Dokuritsu Jumbi Cosakai) tentang hal yang serupa.

Perbedaan antara kedua konsep Pancasila dari kedua penggali itu hanya terletak pada istilah yang dipergunakan. Kalau Mr. Moh. Yamin pada mulanya menggunakan istilah:

1. Perikebangsan,
2. Perikemanusiaan,
3. Periketuhanan,
4. Perikerakyatan dan
5. Kesejahteraan rakyat.

Bung Karno pada mulanya menggunakan istilah:

1. Kebangsaaan Indonesia
2. Internasionalisme atau perikemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Lepas dari perbedaan apapun dalam proses lahirnya Pancasila itu, yang penting bagi kita, bahwa tanggal 1 Juni merupakan hari yang amat penting sebagai salah satu tonggak sejarah berdirinya negara ini. Karena itu pada tempatnya kalau pada setiap tanggal 1 Juni ini kita mencoba menghayati kembali pengertian dari Dasar Negara ini dalam kehidupan dan tugas kita masing-masing sebagai perwujudan menghargai jasa para pendahulu kita.

 Sebagaimana kita telah ketahui, setelah mengalami beberapa perubahan konsep Pancasila itu menjadi seperti sekarang, yakni menurut Pembukaan UUD 1945 alinea IV:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusian Yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu sampai saat ini selalu masih relevan, termasuk  dalam kaitannya dengan upaya perwujudan penyelenggaraan negara yang bersih dari KKN.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila ini mengandung pengertian, bahwa tanggungjawab utama dalam penyelenggaraan pemerintahan negara ditujukan kepada Allah swt atau Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kata lain, kegiatan penyelenggraan pemerintahan negara merupakan ibadah kalau itu dilakukan secara baik, dan menjadi perbuatan mungkar kalau dilakukan secara curang. Karena itu korupsi adalah perbuatan mungkar yang dilaknati Allah.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Setiap orang harus diperlakukan sama didepan hukum dan dalam seluruh penyelenggaraan pemerintahan Negara. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan terhadap setiap orang karena perbedan warna kulit, bangsa, suku, agama, daerah asal, keturunan dan kekayaan.

3. Persatuan Indonesia
Adanya sikap, bahwa setiap jengkal tanah dalam wilayah Indonesia adalah "Tanah Airku". Setiap manusia Indonesia, di mana pun dia berada dan dalam keadaan apa pun dia, adalah "bangsaku, bangsa Indonesia".

Sejalan dengan itu, eksploitasi sumberdaya alam dan setiap tindakan lain yang dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara serta menimbulkan kemiskinan rakyat adalah pengkhianatan terhadap bangsa dan negara.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan/ perwakilan
Dalam kaitan dengan pemberantasan korupsi, prinsip ini berhubungan dengan akuntabilitas. Artinya, setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan itu harus dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat sebagai pemilik kedaulatan negara. Mengamalkan Pancasila berarti selalu menyadari dan mengamalkan akuntabilitas pada setiap perbuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat rakyat Indonesia

Penyelenggaraan Pemerintahan dan pembangunan ditujukan untuk mewujudkan kesamaan nasib dan kesetaraan diantara semua daerah dan suku bangsa dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Khusus dalam konteks pembangunan nasional, persatuan Indonesia ini diwujudkan dalam upaya pemerataan pembangunan dan pemerataan hasil-hasilnya di seluruh Tanah Air. Tidak boleh hanya terjadi pemerataan kegiatan pembangunan, sementara hasil-hasilnya tidak merata. Kegiatan pembangunan berlangsung di semua daerah, hasilnya hanya dinikmati oleh satu dua daerah saja. Demikian juga tidak boleh terjadi pemerataan hasil-hasil pembangunan, sementara kegiatan pembangunan hanya terpusat di sesuatu daerah saja.

Singkatnya, dalam memperingati momen-momen penting lahirnya Pancasila, sewajarnyalah kita tetap menghayati kewajiban kita masing-masing untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Kewajiban itu tidak hanya terpikul di pundak para pemimpin atau pejabat saja, tetapi juga menjadi kewajiban setiap individu bangsa Indonesia pada tempat, tugas dan dalam posisi masing-masing. Baik sebagai petani, pegawai negeri sipil, polisi, TNI, jaksa, pengusaha dan politisi. Baik dalam posisi sebagai pemilik modal, buruh, pejabat dan lain-lain. Mari kita wujudkan.
Jadi, hari gini masih korupsi? Malu dan takut dong pada Allah SWT, pada Tuhan YME, karena merugikan dan merampas hak manusia lain, menghancurkan persatuan bangsa Indonesia, mengkhianati kepercayaan rakyat dan membuat keadilan dan kesejahteraan hidup masyarakat  hanya jadi mimpi di siang bolong atau omong kosong belaka.

Sumber:

*) Said Zainal Abidin adalah ahli majanemen pembangunan daerah (regional development management) dan kebijakan publik, guru besar STIA LAN. Sekarang sebagai penasihat KPK.

Selasa, 31 Mei 2011

BELAJAR BERNEGARA DARI SHALAT


Sama tunduknya kepada aturan main.
  Kita semua sepertinya sepakat bahwa berorganisasi, termasuk bernegara, itu sulit, dan tidak mudah. Dari mulai level terkecil berupa keluarga, hingga organisasi besar level Negara. Betapa seringnya kita melihat dari berbagai media massa dan bahkan mungkin merasakan sendiri rumitnya memimpin organisasi bernama Negara.







Jabatan adalah amanah, tak mungkin tega menjual rakyat untuk diri sendiri
Banyak orang berebut menjadi presiden, menteri, anggota DPR, dll. Tak jarang dengan menghalalkan segala cara. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sadarkah kita bahwa Allah yang Maha Tahu telah menciptakan dan mengajarkan kita tentang sebuah organisasi yang paripurna. Di mana sistem ini telah berjalan 14 abad, dan tidak ditemukan Bug ataupun error?

 




System organisasi yang sangat sempurna itu bernama Shalat Jamaah!

Apa buktinya?
1. Ketika kita shalat jamaah di tempat umum, misal di terminal atau di tempat lainnya, tidak ada yang berebut jadi imam. (beda dengan pemilihan presiden). Tidak ada money politic menjadi imam, tidak perlu memakan korban. Subhanallah

2. Organisasi shalat ini telah teruji selama 14 abad! Bugs-free. Tidak ada perubahan semenjak abad ke-7. Perusahaan/Organisasi Coca-cola eksis untuk berapa abad? 2-3 abad? Ini 14 abad bung! Dengan standarisasi yang sama dan tidak berubah. Dahsyat bukan? Subhanallah!

Harusnya bisnis-bisnis franchise mengambil inspirasi tentang bagaimana sistem ini bisa bertahan lebih dari 14 abad. dengan standarisasi yang selalu sama. ayooo cari penyebabnya!

3. Bahkan system ini bukan hanya teruji ketika dijalankan oleh 1-2 orang. Tapi ketika di aplikasikan untuk jutaan orang secara langsung (misal shalat jamaah di Masjidil Haram ketika musim haji), tetap bugs-free! Tidak ada error sama sekali! Paripurna! Subhanallah!

Bandingkan dengan organisasi yang manusia buat. Hanya mengurus 1-2 orang saja bisa ribut. Dan ketika kita berhasil organisasi yang bagus, good governance, untuk 2-3 orang, belum tentu akan berhasil jika diterapkan untuk 1 juta anggota. Betul bukan?

4. Coba lihat juga control system pada organisasi bernama shalat ini. Ketika imam salah bacaan, jamaah ada yang membenarkan. Yang di kritik tidak marah, yang mengkritik pun tidak menjatuhkan imam. Luar biasa bagaimana Allah mengatur secara detail, Subhanallah!
Beranikah ma'mum mengingatkan imam?
5. Lihat juga ketika imam lupa gerakan, jamaah pun mengucap “Subhanallah” (Maha suci Allah). Bahkan jamaah memuji Allah. Imam pun tidak malu untuk mengakui kesalahannya dan kembali ke koridor yang benar. Subhanallah!

Ini seharusnya menginspirasi kita semua. Bahwa yang menjadi panglima kita adalah AD/ART organisasi/perusahaan yang telah disepakati bersama. Jika kita di posisi imam, ketika kita khilaf, keluar dari koridor yang berlaku, maka seharusnya legowo untuk “diluruskan”.

6. Lihat juga ketika imam batal shalatnya, misalkan mengeluarkan hadats (baca : kentut). Apakah imam tetap mempertahankan posisi nya? Luar biasa ketika system yang Allah ciptakan ini membuat imam secara sukarela mengundurkan diri. Ajaib bukan? Wahai orang-orang yang berfikir? Subhanallah!

Bahwa ada kesepakatan di organisasi/perusahaan kita untuk tidak korupsi misalnya. Ketika pimpinan korup, ya harus terima kalau system yang memecat anda. Sayangnya prinsip ini justru sering dianut oleh Negara Jepang. Ketika menterinya tidak bisa mempertanggungjawabkan uang yang nilainya dibawah Rp 10jt, menteri langsung mengundurkan diri. Hikmah shalat berjamaah ini justru dipahami oleh mereka :)

Mengapa harus terjadi peristiwa ini?
7. Dan lihatlah mekanisme pergantian imam jika ia batal. Ketika sebuah system telah paripurna, SOP telah disepakati untuk secara komit dijalankan, maka tidak penting lagi siapa yang menggantikan imam. Ketika system telah menjadi “panglima” Lihatlah bagaimana imam hanya menarik jamaah di belakangnya, tanpa melihat siapa orangnya, untuk kemudian melanjutkan kepemimpinan organisasi bernama shalat berjamaah ini.

Apakah jamaah lain ada yang protes? Apakah sang imam bernepotisme dengan mencari keluarga nya untuk menggantikannya? Apakah ada kolusi? Ga pernah ada tuh ceritanya jamaah shalat bubar ketika imam batal.. Subhanallah!

8. Di luar itu, lihatlah bahwa imam memiliki hak preogratif. Memilih bacaan surat yang ia suka. Adakah makmum yang protes? Misalkan imam membaca al-ikhlas, makmum menginginkan baca an-naas, pernahkah ada makmum yang protes di tengah-tengah shalat jamaah? Tidak ada! Subhanallah!

9. Ketika AD/ART, SOP, system, apapun namanya, sudah menjadi “panglima” pernahkah kita melihat makmum yang mbalelo? Misalkan imam sudah rukuk, tiba-tiba makmum sujud. Tidak pernah ada. Subhanallah! Ada hal-hal prinsip tentang leadership, bahwa tentang hal tertentu kita harus menghargai dan menaati imam. Selama imam tidak salah bacaan, salah gerak, dan tidak “kentut”.

10. Imam shalat jamaah memang memiliki banyak keutamaan. Tapi imam juga menanggung dosa seluruh jamaah apabila ia melakukan kesalahan. So, jelaslah bahwa shalat jamaah mengajarkan bahwa imam/pemimpin itu adalah amanah. Tanggung jawab nya berat..

11. Imam berdiri paling depan. filosofinya pemimpin harus melindungi jamaahnya. Imam melakukan gerakan, baru memberi aba-aba "Allahu akbar" supaya makmum mengikutinya. filosofinya adalah pemimpin harus memberi contoh terlebih dahulu, harus menjadi teladan.

12. Walau begitu Allah tetap memberikan guidance/pendekatan untuk tatacara pemilihan imam. Melalui lisan Rasul-Nya, “Yang menjadi imam shalat bagi manusia adalah yang paling baik bacaan kitabullahnya (Al-Quran Al-Karim). Bila mereka semua sama kemampuannya dalam membaca Al-Quran, maka yang paling banyak pengetahuannya terhadap sunnah” (HR. Jama’ah kecuali Bukhari).

Artinya, imam adalah yang paling berilmu. Ketika kita mau menunjuk menteri pendidikan, ya yang ilmunya paling mumpuni di bidang pendidikan. Ketika kita mau menunjuk menteri keuangan, ya harus yang paling ahli. Tapi ingat, tetap di dalam koridor. Kalau “kentut” ya batal, dan segera diganti. Luar biasa bukan?!

Subhanallah! Subhanallah! Subhanallah! Betapa Allah yang Maha Tahu telah mengajarkan kita tentang berorganisasi yang sempurna. Tidakkah kita berpikir dan mengambil pelajaran?!

Maha Benar Firman Allah,
“Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agama kalian. Oleh karena itu, janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kalian kepada-Ku. Pada hari ini Aku telah menyempurnakan untuk kalian agama kalian, telah mencukupkan atas kalian nikmat-Ku, dan telah meridhai Islam menjadi agama bagi kalian “(QS al-Maidah [5]: 3).

Hikmah yang bisa kita petik
- Bikinlah AD/ART, SOP, Sistem serapi dan sedetil mungkin. Musyawarahkan, disepakati dan komit bersama
- handle error nya, bikin exit strategy jika ada yg deadlock (misalkan imam "kentut") dll.
- Jadikan sistem sebagai panglima, bukan kultus individu. Ketika kita memimpin jamaah shalat, bahkan ketika presiden menjadi makmum, ya harus nurut sama imam shalat toh.. tidak ada perlakuan khusus.

disarikan dari:

Senin, 25 April 2011

CATATAN UN YANG TERCECER



Assalamu’alaikum...
Para siswa peserta UN yang semoga sedang berbahagia karena lelah belajar untuk UN telah usai dan pembaca pada umumnya, membaca judul tulisan ini mungkin ada di antara antum menduga bahwa nahnu menemukan ada contekan peserta yang tertinggal di ruang atau di kamar mandi. Sama sekali bukan itu maksud ana.  Maksud ana  hanyalah catatan hasil pandangan bapak ibu guru terhadap pelaksanaan UN kemarin di SMA Negeri 1 Kaliwiro.
Sungguh nahnu (dewan guru dan segenap panitia), khususnya ana, merasakan kebahagiaan dan bangga karena melihat para siswa tampil beda (setidaknya yang ana bisa lihat di luar ruang UN) dibanding hari-hari sebelumnya. Rapi, ceria, ramah, gembira. Sementara sebelumnya sering terlihat bukan pada satu dua siswa saja melainkan beberapa atau cukup banyak yang bajunya keluar dari celana. Bahkan tak sungkan-sungkan atau mungkin secara refleks, umpatan keluar dari bibir lugunya. Misal, “Anta  kaya’ ..... (nama binatang)”, ketika jengkel denganseorang temannya. Contoh lain, “ ... (nama binatang), ana dapat nilai empat”, ketika tak puas dengan hasil ulangannya. Sekali lagi, itu kondisi sebelum UN. Tetapi ketika hari-hari UN berlangsung, alhamdulillah, binatang-binatang masuk ke kandangnya dan baju-baju masuk ke celana sebagaimana mestinya. Sekali lagi alhamdulillah, terima kasih antum telah bisa menjaga martabat antum dan nahnu, bukan untuk kepentingan ana kan?
Pembaca yang budiman dan para siswa yang sedang berbunga-bunga, bukan tanpa sengaja pada tulisan di atas saya gunakan istilah ana  (saya), nahnu (kami), anta (kamu) dan antum (kalian) dan bukan pula sok bergaya. Terkadang kita melihat, mendengar atau membaca penggunaan kata antum yang artinya kalian (jamak) ditujukan pada lawan bicara yang hanya satu orang (tunggal)  dan tidak membawa misi sebagai wakil banyak orang. Sok tahunya saya sih mestinya pakai kata anta.
Jadi saya hanya ingin curhat saja (semoga tanggapannya tidak seserius curhatnya pak SBY), kita kok kadang-kadang masih sulit membedakan mana yang harus dibilang ana, nahnu, anta dan antum. Selanjutnya ngelanturnya  keinginan saya, alangkah baiknya kalau kita juga belajar membedakan mana yang kemauan pribadi, mana yang kebijakan bersama karena hal ini memang penting dan mudah diucapkan,  namun sulit dikerjakan. Jangan sampai ambisi perorangan (ana pribadi/anta pribadi) diperjuangkan dengan menabrak garis aturan yang sudah jelas disepakati bersama (nahnu/antum)  dengan dalih:  ... Ini semua kan juga kepentingan nahnu/antum . Kita akui kadang ada bisikan dari dalam hati: “Bukan masalah kalau kamu sesekali membijaksanai (bahasa halusnya melanggar sedikit (?)) aturan, justru kamu telah berbuat baik  karena  demi menjaga hubungan baik dengan teman, demi membahagiakan orang tua, demi membahagiakan siswa, demi membahagiakan rakyat .... dan demi-demi lain yang demikian banyaknya”.
Para siswa dan pembaca yang budiman, mungkin ada baiknya kita bertanya pada diri sendiri.  Kalau asas kejujuran dan kemandirian dalam aturan main UN dilanggar maka teman mana yang diuntungkan, bila akhirnya dia sampai tua terbiasa bangga dengan budaya meminta-minta, Orang tua mana yang bahagia ketika kelak diketahui anaknya masuk bui karena tanpa sungkan-sungkan kepada orang lain mengibuli. (Bekas) siswa mana yang bahagia ketika akhirnya dirinya remuk menanggung beban yang sebetulnya dia belum sekuat yang disangkakan. Rakyat mana pula yang puas dan bahagia ketika dipimpin oleh tokoh yang kemampuan dalam membaca dan menghitung situasi mereka nilai (nuwun sewu) masih bodoh. Kebahagiaan manakah yang dimaksud?
Para siswa, UN telah usai, alhamdulillah, tidak ada yang menjadi masalah. Kita tinggal berdoa semoga Allah melimpahkan kasing sayangNya dengan selalu menuntun kita ke jalan yang benar dan kemarin tangan kita dituntun memilih jawaban soal UN yang benar. Mari belajar yakin bahwa Allah tahu apa yang kita minta, tetapi kita juga harus yakin juga bahwa Allah memberi apa yang kita butuhkan. Kalau Allah telah kehendaki kita meraih kebahagiaan sejati apapun ujian yang Ia hadapkan akan dibuat mudah untuk kita lalui.
Ujian Nasional memang penting, tetapi ia bukan segala-galanya. Jangan sampai karena ambisi tertentu dalam UN, kita justru gagal dalam ujian mendapatkan kebahagiaan yang lebih sejati, untuk ana dan antum, untuk nahnu bangsa Indonesia tercinta. Mari jaga dan tingkatkan prestasi pelaksanaan UN pada ujian- ujian hidup dari Allah yang telah menanti kita untuk menggapai derajat mulia di sisiNya.
Wassalamu’alaikum

Jumat, 15 April 2011

UJIAN NASIONAL YANG PUTIH, ABU-ABU DAN HITAM

Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna).

PUTIH
Putih adalah representasi kehadiran seluruh warna dasar dalam keadaan maksimum dengan proporsi sama besar. Putih, seperti juga hitam dan abu-abu, tidak bisa dikatakan didefinisikan sebagai warna tertentu. Putih dalam pengertian ideal berarti kehadiran seluruh warna dengan cahaya maksimum sehingga tidak bisa lagi direpresentasikan oleh mata atau sensor kamera, berkebalikan dengan definisi ideal hitam. Putih berarti tidak ada cacat atau cela, semua terwujud secara maksimal, sempurna.
Pemerintah Wonosobo melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga tahun ini bertekad merealisasikan keinginan Provinsi bahwa ujian nasional harus lulus 100% secara bermartabat. Martabat disimbolkan dengan warna putih karena berkonotasi keluhuran kedudukan manusia sebagai makhluk sempurna, sebaik-baiknya ciptaan Allah. Martabat manusia selalu terjaga ketika manusia berhasil mengolah dan mengembangkan potensi akal, rasa dan karsa secara baik dan benar. Tidak ada jalan pintas yang sesat, tidak kecurangan, tidak ada intimidasi, tidak saling contek.

izaskia.files.wordpress.com

HITAM
Hitam dalam definisi ideal adalah representasi ketidakhadiran sedikit pun warna atau cahaya di dalam sebuah ruang gelap. Dalam fotografi, hal ini berarti ketidakmampuan film atau sensor menangkap cahaya akibat intensitas pembakaran terlalu rendah. Dalam kehidupan kita ketidakmampuan menangkap nilai-nilai luhur menjadikan kegelapan, alam jahiliyyah, sehingga martabat manusia jatuh ke titik yang lebih rendah bahkan dibandingkan sebuah makhluk binatang yang dianggap menjijikkan karena membawa najis.
Perubahan warna dari suatu objek karena perubahan kondisi adalah suatu hal yang alami dan wajardalam hidup. Daun muda berwarna hijau keputih-putihan, semakin lama warna hijaunya semakin tua dan tegas. Setelah beberapa saat, kesegaran warna hijau berangsur menjadi layu yang diikuti dengan perubahan warna menjadi coklat, coklat tua dan menghitam karena menjadi bahan bakar di dapur.
Sementara itu karena rambut kepala manusia semula berwarna hitam tetapi lama-kelamaan memutih. Namun sebaliknya yang terjadi adalah pada tembok masjid yang menjadi tempat bersandar punggung dan kepala ketika mendengarkan dan mengikuti ta’lim para tetangga saya. Tembok yang semula putih atau coklat muda karena gesekan kepala dan punggung berangsur-angsur menjadi hitam.
Setiap manusia adalah anak Adam, dan anak Adam adalah tempat lupa dan salah. Wajar dan manusiawi. Namun yang penting, lupa dan salah inilah yang harus segera diperbaiki menjadikan agar tak terlanjur menjadikan hati kita hitam pekat.

ABU-ABU
Abu-abu sebenarnya bukanlah warna, seperti juga hitam dan putih. Abu-abu hanyalah tingkat itensitas warna jika diterjemahkan dalam komposisi hitam-putih. Abu-abu bisa pula berarti titik-titik hitam yang tidak sempurna seperti yang terdapat di dalam lukisan pointilisme.
Kita tidak ingin menjadikan abu-abu apalagi hitam sebagai finish dalam kehidupan. Terpaksanya, kita menempuh abu-abu adalah sebagai bagian dari proses menuju yang putih. Keluhuran martabat sebagai makhluk Tuhan yang tertinggi derajatnya adalah harga mati agar kelak berjumpa Tuhan dengan wajah cemerlang, bukan abu-abu.

radhi.wordpress.com

Ujian nasional dengan alokasi uang rakyat yang besar dan dengan tujuan yang juga mulia untuk menjadikan kita sebagai bangsa yang besar, yang bisa membedakan hitam, putih dan abu-abu kehidupan luas, sejatinya bukan hanya urusan hitam putih di dunia, melainkan terbawa sampai ke alam baka.
Harapan kita semoga semua pihak dapat mewujudkan kelulusan 100% pada UN dengan cara yang bermartabat, putih bersih dari noda agar masa depan cemerlang generasi kita dapat diraih. Semoga

Rabu, 06 April 2011

SMANSA KALIWIRO


SEKILAS MENGENAL KURIKULUM
SMA NEGERI 1 KALIWIRO


Berdasar Dokumen Kurikulum SMAN 1 Kaliwiro Tahun Pelajaran 2010/2011 tujuan SMA Negeri 1 Kaliwiro mengacu pada tujuan pendidikan menengah yaitu meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.


Calon-calon penerus perjuangan bangsa mengawali kegiatan belajar di SMA Negeri 1 Kaliwiro dengan mengikuti kegiatan MOS.

Dalam rangka pencapaian tujuan tersebut segenap komponen sekolah harus selalu memadukan gerak langkah. Hal ini dapat terwujud bila di antara mereka ada kesamaan visi yang mantap. Visi yang disepakati dan selalu menjadi pedoman segala aktivitas warga sekolah adalah terselenggaranya pendidikan yang mampu menghasilkan peserta didik yang UNGGUL PRESTASI  SELARAS DALAM IMTAQ DAN BUDAYA.


Pergantian khalifah di bumi tak mungkin dihindarkan. Sekolah  berkewajiban mempersiapkan para siswa sebagai calon pemimpin masyarakat dan bangsa, bahkan secara bertahap diharapkan bisa menjadi calon pemimpin dunia.


Visi mulia tersebut dijabarkan ke dalam misi sekolah yaitu:
1.      Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang sesuai potensinya secara optimal.
2.      Menumbuhkan semangat keunggulan dan persaingan yang sehat dalam berprestasi di sekolah.
3.      Mendorong dan membantu siswa  untuk mengenali potensi dirinya sehingga dapat dikembangkan secara optimal.
4.      Meningkatkan imtaq dan menumbuhkan kualitas dalam beribadah sesuai agamanya masing-masing dengan tetap memiliki rasa toleransi yang tinggi sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak.
5.      Menumbuhkembangkan pengamalan  ajaran agama sehingga menjadi landasan moral dalam kehidupaan.
6.      Menumbuhkembangkan budi pekerti, tata krama dalam pergaulan sehingga menjadi santun dan berdisiplin.
7.      Menciptakan hubungan tata kerja yang profesional dengan dilandasi semangat persaudaraan.
8.      Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan komite sekolah.
9.      Menumbuhkembangkan potensi siswa sesuai kearifan budaya lokal.

Mengacu pada rumusan tujuan pendidikan menengah, visi dan misi di atas maka sekolah menetapkan tujuan sekolah pada tahun 2015 sebagai berikut:
  1. tercapai rata – rata nilai ujian nasional  IPA  dan  IPS 7,50;
  2. jumlah lulusan yang diterima di PTN dapat mencapai lebih dari  15 %;
  3. ada 50% siswa kelas XII yang dapat menggunakan bahasa Inggris lisan dan tertulis;
  4. memiliki kelompok kerja ilmiah remaja menjadi finalis tingkat kabupaten;
  5. memiliki tim kesenian yang menjadi finalis tingkat provinsi;
  6. mampu menjadi juara perlombaan antar-SLTA tingkat eks provinsi  dalam cabang olah raga dan Pramuka;
  7. masyarakat berperan serta secara aktif dalam pengambilan keputusan sekolah sesuai aturan yang berlaku;
  8. kegiatan ibadah semakin meningkat kualitas dan kuantitasnya;
  9. terbentuk beberapa macam kelompok kesenian yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kegiatan Pramuka diharapkan mampu naik ke puncak gunung prestasi di tingkat provinsi pada tahun 2015.


Adapun sasaran atau target pencapaiannya per tahun adalah sebagai berikut:
NO
URAIAN
TARGET PER TAHUN PELAJARAN PROGRAM IPA/IPS
2010 / 2011
2011 / 2012
2012 / 2013
2013 / 2014
2014 / 2015
  1.  
Peningkatan rata-rata nilai ujian nasional IPA/IPS

6,34 / 6,40

6,63 / 6,67

6,92 / 6,95

7,21 / 7,22

7,50 / 7,50
  1.  
Peningkatan jumlah lulusan yang diterima di PTN
11%
12%
13%
14%
15%
  1.  
Peningkatan jumlah siswa yang dapat menggunakan bahasa Inggris lisan dan tertulis
25% dari siswa kelas XII
30% dari siswa kelas XII
35% dari siswa kelas XII
45% dari siswa kelas XII
50% dari siswa kelas XII
  1.  
Peningkatan prestasi kelompok kerja ilmiah remaja
Peringkat VI tingkat kabupaten
Peringkat V tingkat kabupaten
Peringkat IV tingkat kabupaten
Peringkat III tingkat kabupaten
Finalis tingkat kabupaten
  1.  
Peningkatan prestasi tim kesenian
Finalis tingkat kabupaten
Juara tingkat kabupaten
Finalis tingkat eks karesidenan
Juara tingkat eks karesidenan
Finalis tingkat provinsi
  1.  
Peningkatan prestasi olah raga dan Pramuka
Finalis tingkat kabupaten
Finalis tingkat kabupaten
Juara tingkat kabupaten
Finalis tingkat eks karesidenan
Juara tingkat eks karesidenan
  1.  
Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengambilan keputusan sekolah sesuai aturan yang berlaku
Tingkat kehadiran pada rapat paripurna Komsek mencapai 65 % dan terintis ikatan alumni
Tingkat kehadiran pada rapat paripurna Komsek mencapai 70 % dan terlaksana rapat terpadu sekolah, pengurus komsek,  ikatan alumni sekali setahun
Tingkat kehadiran pada rapat paripurna Komsek mencapai 70 % dan terlaksana rapat terpadu sekolah, pengurus komsek,  ikatan alumni dan PTN sekali setahun
Tingkat kehadiran pada rapat paripurna Komsek mencapai 75 % dan terlaksana rapat terpadu sekolah, pengurus komsek,  ikatan alumni, PTN dan DUDI sekali setahun
Tingkat kehadiran pada rapat paripurna Komsek mencapai 75 % dan terlaksana rapat terpadu sekolah, pengurus komsek,  ikatan alumni, PTN dan DUDI dua kali setahun
  1.  
Peningkatan kegiatan peribadahan
90% siswa aktif mengikuti 3 kegiatan PHBI dan 30 % siswa mengikuti jamaah salat Zuhur
90% siswa aktif mengikuti 3 kegiatan PHBI dan 35 % siswa mengikuti jamaah salat Zuhur
90% siswa aktif mengikuti 4 kegiatan PHBI dan 40 % siswa mengikuti jamaah salat Zuhur
95% siswa aktif mengikuti 4 kegiatan PHBI dan 45 % siswa mengikuti jamaah salat Zuhur
95% siswa aktif mengikuti 5 kegiatan PHBI dan 50 % siswa mengikuti jamaah salat Zuhur
  1.  
Pembentukan kelompok kesenian sesuai kebutuhan masyarakat
Terbentuk satu kelompok kesenian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar sekolah
Terbentuk satu kelompok kesenian untuk memenuhi kebutuhan  masyarakat kecamatan Kaliwiro
Terbentuk satu kelompok kesenian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar sekolah dan satu kelompok untuk masyarakat kecamata.
Terbentuk dua kelompok kesenian untuk memenuhi kebutuhan  masyarakat kecamatan Kaliwiro
Terbentuk dua kelompok kesenian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kecamatan dan satu kelompok untuk masyarakat kabupaten.